Jumat, 08 Juni 2018

Pengalaman mencari akomodasi di Brisbane


Welcome back, di seri kali ini saya akan membahas mengenai pengalaman mencari akomodasi bagi pelajar khususnya yang akan berkuliah di Brisbane. Oh ya, kamu sudah baca seri Ospek rasa Festival saat di luar negeri? Kalau belum silahkan dibaca yah.

Oke lanjut...

Pengalaman saya mencari akomodasi tergolong panjang dan sedikit melelahkan. Ada berbagai cara yang biasa dipilih saat mencari akomodasi. Pertama, kamu langsung memesan tempat yang ingin kamu tinggali saat masih berada di Indonesia dengan menggunakan berbagai website seperti flatmates.com dan student accommodation di website kampus, meminta pertolongan pelajar yang telah berada di sana untuk mencarikan akomodasi yang sesuai dengan keinginanmu (saya agak sungkan dengan ini), atau tinggal sementara di penginapan sambil mencari akomodasi yang kamu inginkan. 

Perlu diketahui bahwa di Brisbane, kebanyakan akomodasi mengharuskan kamu untuk tinggal minimal 6 bulan dan membayar bond (semacam DP) yang akan dikembalikan setelah kamu tidak tinggal di akomodasi itu lagi. Umumnya, tujuan dari adanya bond ini adalah bila kamu merusak sesuatu atau pun terlambat membayar rent/uang kos, maka bond kamu akan diambil sesuai dengan kebutuhan. Biasanya jumlah bond sama dengan biaya rent selama 1 bulan.
Saat saya mencari akomodasi, saya memilih untuk tinggal sementara di penginapan. Alasan ada banyak antara lain: saya tidak ingin menyesal karena salah memesan tempat, saya ingin melihat langsung lingkungan, fasilitas dan bertemu langsung calon roommates, intinya harus mendapat chemistry dengan rumah baru saya. Oleh karena itu, saya beserta tiga teman saya yang lain menginap di Brisbane City Backpackers (BCB) selama 1 minggu sambil mencari tempat tinggal permanen. BCB terletak di tengah-tengah kota Brisbane sehingga sangat memudahkan saya untuk ke kampus mengurus hal-hal administrasi dan mencari tempat tinggal permanen. 



Brisbane City Backpackers
Retrieved from http://www.hotelroomsearch.net/im/hotels/au/brisbane-city-backpackers-19.jpg

Akan tetapi, kami pun harus pindah ke Sunny Bank selama sebulan sambil menunggu konfirmasi dari tempat yang ingin kami tempati. Jadi, bila kalian ingin menyewa rumah/kamar di Brisbane, kalian harus mengisi formulir, melampirkan paspor, surat yang menyatakan bahwa kalian mahasiswa, buku tabungan dan pihak lain yang bisa dihubungi. Setelah itu, si pemilik rumah/agent akan menentukan apakah aplikasi kalian diterima atau ditolak. 

Selama di Sunny Bank, saya sangat betah karena di sana makanan Asia mudah didapat, termasuk makanan Indonesia, namun, jarak tempuh dari kampus ke Sunny Bank sangat jauh yaitu 80 menit dan harus dua kali berganti bus. Sebenarnya, kalian dapat menyewa student accommodation, contohnya Iglu, meskipun harus merogoh kantong dalam-dalam, karena harganya sangat mahal menurut saya.
Iglu Kelvin Grove
Retrieved from https://iglu.com.au/properties/brisbane/kelvin-grove/

Pada akhirnya, saya menemukan akomodasi yang saya inginkan, sekitar 800 meter dari kampus, fasilitas lengkap, dan harga yang murah. Meskipun, rumah ini tergolong tua tapi saya merasa cocok dengan chemistry nya. Roommates saya saat itu berasal dari Vietnam dan India, terkadang kami mengadakan dinner bersama, sambil memasak makanan khas negara masing-masing, saat itu, saya memasak pisang ijo dan coto Makassar (enak loh). 


Kamar saya selama di Brisbane


Rumah ini tergolong murah karena dengan AUD150 dollar/minggu, semua bills (listrik, gas, wifi, dan air) sudah termasuk di dalamnya. Fasilitasnya pun sangat lengkap TV, mesin cuci dan pengering (free tanpa harus memasukan koin) serta setiap orang memiliki 1 kulkas. Agent saya juga sangat ramah dan fast-responsed, contohnya bila mesin cuci ngadet ataupun balon lampu yang putus, dia akan langsung mengirim tukang.

Selama saya berkuliah di Australia saya berusaha menjalin hubungan yang baik kesemua orang, contohnya dengan agent/pemilik rumah. Di rumah saya setiap bulan cleaning service akan datang membersihkan seluruh ruangan seperti dapur, kamar mandi, ruang menonton dan ruang makan. Namun, terkadang saya tetap membersihkan ruangan tersebut sebab bila harus menunggu cleaning service, ruangan tersebut akan sangat kotor. 

Suatu hari agent datang dan terkejut melihat rumah yang sudah bersih. Saya pun diberikan diskon hingga lulus untuk menjaga rumah tetap bersih. Selain itu, saat saya sudah hampir lulus, agent meminta untuk mencarikan penyewa yang seperti saya, yang menandakan dia sangat senang dengan saya sebagai penyewa di tempatnya (ke-PD-an). Bahkan, saat saya tidak sengaja memecahkan kaca besar di kamar saya, dia tidak memotong bond (uang DP) saya. Padahal,  saya sudah mengirim email ke dia untuk memotong bond , namun, dia tidak mempersoalkan itu.

In short, memilih akomodasi itu perlu direncanakan dengan baik, apalagi bagi kamu yang tidak suka pindah-pindah setiap semester. Selain itu, pertimbangkan jarak dan biaya yang harus dikeluarkan serta seringlah berbuat baik tanpa mengharap balasan, seperti yang saya alami.



Writen by Waode Eti Hardiyanti, S.Pd., M.Ed.




===
Tertarik bergabung bersama K-FLOW? 
Salah satu komunitas anak muda Kendari
Kamu bisa cek disini


Share:

1 komentar:

  1. have you ever been kicked out from your home stay?

    BalasHapus

Follow by Email

Aktivitas Kami