Jumat, 11 Mei 2018

Ospek rasa Festival saat di luar negeri

Di Artikel minggu ini, Kak Eti yang telah kuliah di Australia berbagi pengalamannya selama kuliah di sana. Yuk kita simak teman-teman


Ospek rasa Festival saat di luar negeri

Hi, selamat datang dan membaca tulisan saya untuk pertama kali. Di sini, saya akan banyak membahas tentang pengalaman saya selama berkuliah di Australia, utamanya di Queensland University of Technology (QUT). Jadi, stay tune terus yah di blog kami.

Kalian pernah dengar tentang orientasi kampus? Atau mungkin lebih familiar dengan kata ospek? Apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata-kata tersebut, apakah memunculkan ingatan yang menyenangkan, menyedihkan, memalukan, atau pun menjengkelkan?

Nah, saat ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya saat mengikuti kegiatan orientation week (minggu orientasi) selama di QUT. Hal pertama yang saya rasakan adalah orientasi itu seperti festival; musik dimana-mana, makanan gratis dan murah bertebaran, dan buuuaaannnnyaaaakkkk barang gratisan lainnya (koas, tas, buku, pulpen, permen, stabilo, journey planner, etc.). Selama 3 semester berkuliah di sana, saya selalu hadir di setiap orientasi dengan harapan menambah cadangan ATK dan kaos gratis (hehehe). So, jangan salah sangka dulu yah, semua mahasiswa (S1, S2, S3) bisa hadir selama orientasi bukan hanya mahasiswa baru saja. Mereka semua terlihat sangat ramah dan bahagia selama seminggu ini, bahkan ada yang mengatakan bahwa sangat rugi jika kita melewatkan masa orientasi kampus. Sebab, di waktu ini lah kita benar-benar bahagia sebelum memulai semester yang penuh dengan bahan bacaan, tugas, presentasi dan lainnya.

Back to the happiness, saat orientasi ini berbagai klub kampus dan beberapa business vendor akan menawarkan kita untuk bergabung bersama mereka (seperti terlihat digambar di bawah). Saya biasanya berkeliling di setiap club karena kita akan mendapat suvenir, bisa bayangkan berapa banyak barang gratisan yang kamu dapatkan selama orientasi (it’s a lot). Selain itu, kita juga akan disuguhkan dengan cultural performance, biasanya, suku asli Australia (Aborigine dan Torres Strait Island) akan menampilkan tarian, alat musik tradisional dan lagu diiringi dengan penjelasan mengenai asal-usul tarian tersebut. Jadi, hal ini akan menambah wawasan kita mengenai budaya warga Aborigine dan Torres Strait Island.

/Users/waodehardiyanti/Downloads/QUT orientation.jpg
Situasi orientasi di Kelvin Grove QUT
(retrieved from https://en.jathao.com/2016/05/brisbanestudythe-introduction-of-qut.html)

Yang terpenting selama orientasi adalah kita akan diberi tur ke setiap sudut kampus, misalnya dimana lokasi perpustakaan, gedung A-Z, toko buku, kantin dan sebagainya. Serta kita akan diberikan berbagai macam tips ataupun informasi yang penting bila menggunakan fasilitas tersebut, contohnya, kalau mau beli sushi yang murah, belilah setelah jam 3 sore. Selain itu, kampus bekerja sama dengan staff perpustakaan akan mengelar berbagai macam workshop atau seminar (biasanya 4 kegiatan dalam 1 hari) yang sangat penting untuk menunjang kesuksesan kita selama masa kuliah, seperti, workshop academic writing, referencing, public speaker, time management, dan masih banyak lagi. Tapi jangan salah, workshopnya tidak harus mengenai hal-hal seputar kampus, kita juga akan diberi penjelasan mengenai keselamatan saat di rumah, di jalan atau pun saat berada di pantai. Biasanya yang akan menjadi pemateri adalah pihak kepolisian, mereka juga akan memberikan nomor-nomor penting yang harus kita catat, seperti nomor telepon kepolisian dan pemadam kebakaran untuk hal emergency.

Selama berkuliah di QUT, alhamdulillah, saya diberi dua kesempatan sebagai pembicara di acara orientasi teruntuk mahasiswa S2 di Fakultas Pendidikan. Saya diberikan kesempatan sebagai pembicara mewakili mahasiswa internasional untuk memberikan pengalaman dan informasi bagaimana bisa “survive”. Dan syukurnya lagi para peserta sangat antusias dan termotivasi karena mereka tahu betapa sulitnya bagi saya dimana bahasa inggris adalah bahasa asing, namun saya bisa melewati semester dengan baik.

Kesimpulannya, pengalaman orientasi selama berkuliah di luar negeri merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan juga kita dapat bertemu dengan mahasiswa dari berbagai macam negara dan mengenal banyak budaya. Semoga orientasi di kampus-kampus Indonesia bisa seperti ini juga ya jadi kita semua bisa merasakan kebahagiaan dan merayakan status kita sebagai mahasiswa.



Writen by Waode Eti Hardiyanti, S.Pd., M.Ed.
Share:

1 komentar:

  1. i like so much, very different from orientation in indonesia

    BalasHapus

Follow by Email

Aktivitas Kami